Al – Qaari’ah ....
Mal Qaari’ah ...
Wama adrokamal Qaari’ah ...
Saat manusia bagai anai – anai bertebaran
Dan gunung-gunung bagai bulu berhamburan
Wajah-wajah sendu memilu
Menyayat hati dari tua-tua renta berkarat
Yang tak berdaya
Pekik tangis, lolongan, mencekik leher
Bodah-bocah yang terabaikan ...
“Ibu ... Ibu ... Knapa kau lempar aku??? “
Muka-muka hitam sehitam babi-babi yang terpanggang gosong
Matahari membakar tubuh-tubuh dengan kemarahan
Otak-otak mendidih dengan mata-mata yang meleleh
Seperti biji-biji yang terkelupas kulitnya
Kemudian meletup dan keluar dari tengkorak-rengkorak
Tingkah-tingkah manusia-manusia liar
Berlari ... dan terus berlari ...
Seliar anjing-anjing pemburu mangsa
Kadang terinjak, kadang menginjak
Hilanglah segala daya upaya ...
Bagimu manusia-manusia laknat!!!
Tidaklah ada tempat berlindung
Astaghfirullah ... astaghfirullah .... astaghfirullah
Berhentilah ... tiba saat untuk berhenti
Sisakan ruang kosong dalam hati-hati yang sesak
Dengan kotoran-kotoran berbau busuk
Sebusuk mayat yang mati terlaknat
Sucikan dengan cahaya hangat penuh keindahan
Yaa Allah ampuni hamba ... Yaa Allah ampuni kami ..
Mata pedang seperti hendak menusuk jantung-jantung kami
Jari-jari kematian seperti menggerayangi kerongkongan-kerongkongan kami ..
Kini alam membanting kami semua
Untuk menegaskan kekuatanya
Lelehan air mata kami menjadi kata-kata
Saat alam bertutur dan menampar kami
Kami telah jauh melenceng
Dari Siraathal Mustaqiim...
Kami takut Yaa Allah ... Kami gelisah ..
Bagaimana jika esok “Izroil” menjemput ??
Bagaimana jika esok “Isrofil” meniupkan sangkakala ???
Astaghfirullah ... astaghfirullah .... astaghfirullah
Kucium bumi-Mu dengan derai air mata ...
Kami tunduk pada-Mu Yaa Rabb ...
Maafkan kami yang telah meninggalkan-Mu ...
Note: Puisi ini aku persembahkan untuk seorang sahabat sejati ^-^ Semoga dapat bermanfaat bagi yang membaca ataupun yang mendengar
Monday, August 07, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment